Open Minded
QS. 'Abasa (Ia bermuka Masam):
1. Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,
2. karena telah datang seorang buta kepadanya.
1. Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,
2. karena telah datang seorang buta kepadanya.
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa firman Allah S.80:1
turun berkenaan dengan Ibnu Ummi Maktum yang buta yang datang kepada Rasulullah
saw. sambil berkata: "Berilah petunjuk kepadaku ya Rasulullah." Pada waktu itu
Rasulullah saw. sedang menghadapi para pembesar kaum musyrikin Quraisy, sehingga
Rasulullah berpaling daripadanya dan tetap mengahadapi pembesar-pembesar
Quraisy. Ummi Maktum berkata: "Apakah yang saya katakan ini mengganggu tuan?"
Rasulullah menjawab: "Tidak." Ayat ini (S.80:1-10) turun sebagai teguran atas
skap Rasulullah saw.
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan al-Hakim yang bersumber dari 'Aisyah. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Ya'la yang bersumber dari Anas.). Ref: Al quran dan Terjemah, Depag RI.
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan al-Hakim yang bersumber dari 'Aisyah. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Ya'la yang bersumber dari Anas.). Ref: Al quran dan Terjemah, Depag RI.
Islam seperti mengajarkan, bahwa diberikan "ruang" untuk berpikir seluas-luasnya termasuk melakukan kritik pada siapapun, karena kita sebagai manusia berpeluang melakukan kekeliruan. Namun karena beliau langsung dibimbing oleh "pemberi mandat", kritik atas sikap beliau langsung dilakukan-Nya melaui surat yang kemudian dipublikasikan untuk dijadikan referensi bagi umatnya dalam bersikap.
Ini pula yang menunjukkan bahwa alquran adalah kitab suci, suci dari editing oleh manusia termasuk Rasul-Nya. Artinya jika Rasulullah Muhammad SAW, terlibat dalam editing, kenapa ia tidak menghapus surat 'Abasa ini, yang isinya mengisahkan sikap beliau yang perlu dikritisi. Sikap yang mungkin akan dipertanyakan kepada pembawa mandat untuk menyempunakan akhlak manusia.
Inilah yang kemudian "mungkin" dapat dimaknai bahwa kita sebagai umat yang "open minded" umat yang siap menerima kritik, .... dst. Bahkan beliau bukan saja terbuka atas kritikan seperti yg dilakukan kaum kafir mekah pada peristiwa fathul makkah, tetapi, bahkan ia tetap mendoakan penduduk thaif yang melempari beliau:
"Ya Allah, berilah petunjuk kepada masyarakat Thaif. Sesungguhnya perilaku mereka yang kelewat batas itu karena ketidaktahuan mereka, belum datang petunjuk kepada mereka," Itulah salah satu bentuk kasih sayang Rasul kepada sesama.
Belumlah banyak diantara kita yang mampu mengikuti sikap kasih sayang yang beliau ajarkan itu. Munggkin kita baru bisa buat kata-kata bijak seperti ini:
"Pohon mangga yang manis itu, ketika buahnya dilempari orang, ia tetap memberi pelempar itu buah mangga yang manis" (hmh....).
________________________
Open Minded Salah Satu Ciri Kecerdasan
Ini pula yang menunjukkan bahwa alquran adalah kitab suci, suci dari editing oleh manusia termasuk Rasul-Nya. Artinya jika Rasulullah Muhammad SAW, terlibat dalam editing, kenapa ia tidak menghapus surat 'Abasa ini, yang isinya mengisahkan sikap beliau yang perlu dikritisi. Sikap yang mungkin akan dipertanyakan kepada pembawa mandat untuk menyempunakan akhlak manusia.
Inilah yang kemudian "mungkin" dapat dimaknai bahwa kita sebagai umat yang "open minded" umat yang siap menerima kritik, .... dst. Bahkan beliau bukan saja terbuka atas kritikan seperti yg dilakukan kaum kafir mekah pada peristiwa fathul makkah, tetapi, bahkan ia tetap mendoakan penduduk thaif yang melempari beliau:
"Ya Allah, berilah petunjuk kepada masyarakat Thaif. Sesungguhnya perilaku mereka yang kelewat batas itu karena ketidaktahuan mereka, belum datang petunjuk kepada mereka," Itulah salah satu bentuk kasih sayang Rasul kepada sesama.
Belumlah banyak diantara kita yang mampu mengikuti sikap kasih sayang yang beliau ajarkan itu. Munggkin kita baru bisa buat kata-kata bijak seperti ini:
"Pohon mangga yang manis itu, ketika buahnya dilempari orang, ia tetap memberi pelempar itu buah mangga yang manis" (hmh....).
________________________
Open Minded Salah Satu Ciri Kecerdasan
Komentar
Posting Komentar